Ekspor Beras Perdana ke Malaysia: Sektor Pertanian Indonesia Makin Mandiri

By Admin


Dok. Kementan

nusakini.com, Sektor pertanian Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan merealisasikan ekspor perdana sebanyak 1.000 ton beras ke Malaysia pada Senin (17/8/2026). Langkah strategis ini dinilai menjadi penanda awal kebangkitan kemandirian pangan nasional yang bertepatan dengan momen perayaan kemerdekaan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan pengiriman tersebut membuktikan kapasitas produksi dalam negeri telah memadai untuk ekspansi internasional. "Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," jelas Amran di Jakarta pada Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), perolehan nilai ekspor produk pertanian sepanjang tahun lalu dilaporkan menyentuh angka Rp756,69 triliun. Capaian tersebut mengalami lonjakan yang cukup memuaskan sebesar 28,26 persen apabila dikomparasikan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

Pada saat yang bersamaan, nominal impor komoditas serupa dilaporkan menyusut tajam sekitar 9,66 persen menjadi sekitar Rp389,95 triliun. Menurut data yang dirilis oleh otoritas terkait, tren positif neraca perdagangan ini terus terjaga dengan stabil hingga paruh pertama tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa naiknya harga komoditas kelapa sawit menjadi salah satu katalisator utama. Penguatan harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) ini diklaim turut mendongkrak perolehan devisa negara secara signifikan selama enam bulan pertama.

Pertumbuhan ekspor sektor agraris ini dipastikan berjalan beriringan dengan membaiknya kesejahteraan para petani di berbagai pelosok daerah nusantara. Otoritas mencatat angka Nilai Tukar Petani berhasil menembus level 127,84, yang disebut sebagai rekor paling tinggi dalam tiga dekade terakhir.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal program hilirisasi komoditas guna mempertahankan daya saing ekspor di tengah ketatnya pasar global. "Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar," tegas Amran saat memaparkan rancangan pembangunan pertanian dari hulu ke hilir.

Dampak penguatan fundamental ini juga diklaim berkontribusi pada pencetakan rekor Cadangan Beras Pemerintah yang berhasil menyentuh volume 5,2 juta ton. "Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri," tutup Mentan menyoroti kebangkitan komprehensif sektor penyokong hajat hidup masyarakat tersebut. (*)